Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Setiap Hari

Yang terpenting sebenarnya bukan apa yang terjadi di sekeliling kita, tetapi yang terpenting adalah apa yang terjadi pada hidup kita dan apa yang akan kita lakukan untuk hidup kita.

Orang-orang menjadi berhasil karena mereka mengawali hidup mereka dengan NIAT UNTUK BERHASIL. Ingatlah dengan hukum sebab-akibat, menabur benih dan menuai hasil, menanam budi dan memetik berkah, dan lain sebagainya. Jadilah ikhlas dan memandang segala sesuatu dalam hidup kita dari sudut pandang positif. Berniatlah menjadi PRIBADI YANG LEBIH BAIK SETIAP HARINYA.

BERILAH TELADAN YANG BAIK melalui perilaku dan sikap kita. Upayakan setiap perbuatan memberi arti positif untuk orang lain dan diri sendiri. Banyak pepatah yang mengatakan usia manusia ada batasnya, dan seolah-olah hidup ini sangat singkat. Hidup yang kita jalani adalah pilihan kita.

JADILAH ORANG YANG BERMANFAAT untuk diri sendiri dan orang lain. Apa yang sudah anda lakukan sepanjang usia anda sampai saat ini? BELAJARLAH MENJADI LEBIH BAIK dan MENGISI HIDUP DENGAN LEBIH BAIK.

Semoga Allah SWT memberkahi kita semua sepanjang hidup yang kita jalani di dunia.

(by Nina Nurdiani)

Ikhlas dan Bersyukur Membuat Hidup Lebih Sehat dan Bahagia

Kekecewaan, merasa gagal, ketidakpuasan, kemarahan, rasa iri dan dengki, dan lain sebagainya, semua hal tersebut adalah cermin dari hati yang “sakit” yang akan menghilangkan rasa syukur kita terhadap apa yang sudah kita upayakan dan kita dapatkan. Dan bila kita tidak dapat merasa ikhlas terhadap kondisi kita saat ini, bukannya kebahagiaan yang akan kita dapatkan, tetapi mungkin saja justru akan menimbulkan penyakit hati dan penyakit fisik dalam diri kita. Karena pada dasarnya semua jenis penyakit fisik umumnya bermula dari hati yang “sakit”.

Belajar memaafkan, ikhlas terhadap apa yang kita alami dan kita dapatkan, dan bersyukur akan proses kehidupan yang sudah kita jalani sehingga mendapatkan hasil seperti saat ini, akan membantu kita menjadi tenang dan bahagia. Ketenangan dan kebahagiaan membuat kesehatan meningkat karena seluruh sel-sel dalam tubuh kita akan tumbuh dan ikut bergerak lebih baik dalam tubuh kita sesuai suasana hati kita.

Pada saat kita bahagia, pikiran menjadi jernih. Pemikiran dan ide-ide cemerlang yang positif akan muncul dan mengajak kita untuk memulai kembali perjuangan menjalani kehidupan di dunia ini. Maka mari kita mulai mengajak hati dan pikiran kita untuk ikhlas dan bersyukur akan apa yang sudah kita jalani dan dapatkan selama ini agar hidup kita lebih sehat dan bahagia.

(by Nina Nurdiani)

 

Puisi Motivasi

Yang berlalu itu bukan angin
Yang terlewat itu bukan udara
Melainkan waktu yang sia-sia
Yang terhampar oleh rasa penyelasan

Tak ada kata kembali !
Ketika kau melaju melalui rintang
Hanya ada dua jawaban pasti
Berhasil atau gagal !
Terkadang yang berharga itu bukan hanya
Sebuah fikiran atau gagasan
Melainkan tindakan untuk mewujudkannya

(by Nazseh Da Silva Sanchez)

Menjadi Orang Tua Tidak Mudah

Ternyata menjadi orang tua tidak mudah juga….Mungkin menjadi orang tua merupakan pembelajaran hidup.

Kita diamanahkan untuk bisa mendidik dan mengarahkan anak-anak menjadi insan yang beriman, berbudi dan berguna.

Kadang kita terlupa akan anak-anak karena kita punya kesibukan, punya impian dan cita-cita yang ingin diwujudkan. Sementara anak terus tumbuh dan berkembang…Tanpa terasa mereka yang bayi kini menjadi balita, kemudian menjadi anak-anak, menjadi ABG, lalu remaja, kemudian dewasa muda dan mulai berkeluarga, menjadi dewasa yang matang, lalu menjadi tua, kemudian kembali seperti anak-anak sampai akhirnya pergi meninggalkan dunia…..

Sudahkah kita terlibat dalam keseharian mereka? Amanah mendidik dan mengarahkan mereka bukan hal yang mudah. Kalau kita melihat kekurangan pada anak kita, sebaiknya kita bercermin pada diri kita dahulu. Cukupkah kita mengisi hati dan pikirannya dengan sesuatu yang bernilai untuk mereka? Sudahkan kita memberi contoh perilaku baik yang bisa ditiru mereka?

Kekurangan mereka sebetulnya kekurangan kita. Kelebihan dan keberhasilan mereka adalah lebih banyak karena upaya mereka setelah mereka bercermin pada kita dan melihat perilaku kita.

Kunci keberhasilan suatu generasi di masa depan, lebih banyak karena peran dan contoh dari “orang tua” yang mengisi hati dan pikiran anak-anaknya sepanjang perjalanan hidupnya dengan hal-hal yang bernilai. Jangan sampai kita terlena dan baru tersadar setelah mereka menjadi dewasa. Ibarat dahan pohon yang masih muda, dahan tersebut akan mudah dibengkokkan atau dilekukkan sesuai keinginan kita. Tapi dahan tua, sulit dilekukkan. Dahan tua yang dengan paksa kita bengkokkan juga akan mudah patah.

Kekurangan dan keberhasilan anak adalah pembelajaran hidup bagi kita. Dengan bercermin pada anak, kita akan tahu sejauh mana kita sudah menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik, dan bagaimana kita bisa berarti bagi mereka sebagai generasi penerus kita. Apakah anak tersebut anak kita atau bukan anak kita, namun kita semua punya peran dalam membentuk mereka menjadi insan yang beriman, berbudi dan berguna bagi kehidupan.

(by nina nurdiani)

Matematika Sedekah

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Pertambahan ya? Bukan pengurangan? Kenapa matematikanya begitu? Matematika pengurangan darimana? Kok ketika dikurangi, hasilnya malah lebih besar? Kenapa bukan 10 – 1 = 9?

Inilah kiranya “Matematika Sedekah”. Dimana ketika kita memberi dari apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikan lebih banyak lagi.

Jadi dengan sedekah 1000 rupiah, bisa saja mendapatkan 10.000 rupiah. Investasi yang sangat menguntungkan bukan? Tidak ada bank di Indonesia ini yang berani memberikan bunga demikian besar, kecuali Bank milik Allah SWT.

Matematika sedekah di atas, adalah matematika sederhana yang diambil dari ayat Al-Quran

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya…”(Al-’An’am:160).

Allah menjanjikan balasan 10 kali lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Jadi ketika kita punya 10, lalu kita sedekahkan 1 diantara yang 10 itu, maka hasil akhirnya bukan 9, melainkan 19. Sebab yang satu kita keluarkan , akan dikembalikan oleh Allah SWT sepuluh kali lipat. Hasil akhir atau jumlah akhir bagi mereka yang mau bersedekah tentu akan lebih banyak lagi, tergantung kehendak Allah SWT. Sebab Allah juga menjanjikan balasan yang berkali-kali lipat lebih besar dari sekedar sepuluh kali lipat. Dalam ayat Al-Quran  Allah menjanjikan 700 kali lipat:

” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Al-Baqarah:261).

Tinggallah kita yang kemudian membuka mata, bahwa pengembalian Allah itu bentuknya apa? Bukalah mata hati dan kembangkan prasangka baik dan positif, bahwa Allah pasti akan membalas dengan balasan yang terbaik untuk kita.

Sedekah dapat juga disalurkan dengan membantu anak yatim, membangun lingkungan dan fasilitas umum, serta keperluan pengembangan ilmu.

(by Daryanto)